Senin, 30 Oktober 2017

Model Komunikasi DeFleur

Model Melvin L. DeFleur menggambarkan model komunikasi massa ketimbang komunikasi antarpribadi. Model ini merupakan perluasan dari model-model yang dikemukakan para ahli lain, khususnya Shannon dan Weaver, dengan memasukkan perangkat media massa (mass medium device) dan perangkat umpan balik (feedback device). Ia menggambarkan sumber (source) sebagai fase-fase terpisah dalam proses komunikasi massa, serupa dengan fase-fase yang digambarkan Schramm (source, encoder, signal, decoder, destination) dalam proses komunikasi massa.

Usulan penting lain DeFleur dalam model adalah “Feedback Device”. Feedback Device ini membantu untuk menganalisis target audiens (karena terpisah dari penerima). Di sini, semua penerima tersebut tidak dipertimbangkan sebagai target audiens karena kelompok sasaran akan membuat semacam umpan balik yang akan membantu untuk menemukan target audiens dengan menggunakan perangkat umpan balik tersebut.

Salah satu aspek penting dalam model komunikasi  adalah dua proses komunikasi langsung yang direkomendasikan oleh Defleur. Model ini juga merupakan model pertama yang memperkenalkan umpan balik dua arah dan audiens yang ditargetkan dalam proses komunikasi.

Menurut DeFleur komunikasi bukanlah pemindahan makna. Alih-alih, komunikasi terjadi lewat operasi seperangkat komponen dalam suatu sistem teoretis, yang konsekuensinya adalah isomorfisme (isomophism) di antara respons internal (makna) terhadap seperangkat simbol tertentu pada pihak pengirim dan penerima. Isomorfisme makna merujuk pada upaya membuat makna terkoordinasikan antara pengirim dan khalayak.

Contoh Model DeFleur 


Model Defleur ini dapat juga dijelaskan dengan bantuan iklan. Katakanlah mari kita asumsikan sumber, sebagai strategi iklan atau informasi tentang produk yang perusahaan yang bermaksud untuk menyampaikan sesuatu kepada penonton. Hal ini kemudian diubah menjadi pesan dalam bentuk  Film atau iklan dan kemudian disampaikan oleh saluran komunikasi massa. Di ujung lain, melalui perantara (TV atau Radio) menerjemahkan informasi dalam bentuk pesan yang disampaikan kepada penerima (audiens). Setelah itu akan muncul aspek umpan balik (feedback) . Umpan balik bertindak sebagai sumber informasi, kemudian proses yang sama berlanjut di mana pesan yang telah diterima audiens kembali perusahaan periklanan. (Feedback ini  terjadi melalui email, jaringan sosial atau dalam bentuk jumlah pembelian produk).

Melalui umpan balik, perusahaan dapat mengetahui apakah pesan yang tersebut telah sampai target audiens dan jika tidak mereka dapat memodifikasi pesan mereka dan sekali lagi terlibat dalam proses komunikasi.

Kelebihan Model DeFleur
  • Dalam penyampaian informasi, source tidak perlu mengulang informasi, sehingga informasi menyebar secara merata kepada receiver.
  • Cukup dengan satu source saja informasi sudah dapat tersampaikan secara luas dan merata.


Kekurangan Model DeFleur
  • Banyak hambatan yang terjadi karena bahas yang digunakan komunikator maupun komunikan, hal ini terjadi pada source.
  • Gangguan pada channel/ saluran.
  • Hambatan dalam pendidikan yang menyebabkan komunikator sulit menyampaikan pesan

Sumber :

Mulyana, Deddy. 2016. ILMU KOMUNIKASI Suatu Pengantar. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Suradi, Ummhi. 2016. "Model Komunikasi DeFleur", http://nurmuminatisuradi.blogspot.co.id/2016/12/model-komunikasi-defleur-tokoh-melvin.html, diakses pada 17 Oktober 2017 pukul 20.00.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar